
Mari kita bercerita tentang Nabi kita
Yaitu Rasulullah SAW, penyelamat manusia dunia akhirat
Walaupun sebelum ini kita telah menceritakan banyak kali tentangnya
Mungkin kita ceritakan disudut-sudut lain yang belum diceritakan lagi
Kalau pun diceritakan lagi banyak kali tidak mengapa
Supaya yang lupa diingat kembali
Bertambah ingat lagi
Nabi Muhammad SAW orang luar biasa yang tidak ada taranya
Sebelum dan sesudahnya dikalangan manusia
Sekalipun dikalangan para rasul dan para nabi yang telah diberita
Dia adalah rohnya malaikat dan tubuhnya manusia
Orang paling cerdik dan paling bersih rohnya
Dikalangan manusia sebelum dan sesudahnya
Maka dia diberi julukan oleh Tuhan ‘fathonah’
Bahkan yang paling ‘Fathonah’ dikalangan rasul-Nya
Ilmunya bukan didapati dari aqalnya
Walaupun dia orang yang paling tajam aqalnya
Dia mendapat ilmu dijatuhkan Tuhan didalam hatinya
Wahyu namanya, dia belajar langsung dari Tuhannya
Karena inilah dia tidak perlu menulis
Dan membaca seperti manusia biasa
Karena itulah ilmunya tidak dilupa sepanjang masa
Kalau dari aqal mungkin dilupakannya
Ilmunya menceritakan dunia dan akhirat
Tawakalnya luarbiasa
Sebab itulah dimalamnya makanan tidak disimpan untuk esok harinya
Dan diberikan kepada manusia yang memerlukannya
Karena dia yakin, kalau esoknya dia hidup
Tuhan merezekikannya,
Dia tidak membunuh orang,
Walaupun disetengah-setengah waktu dia dapat membunuhnya
Tapi dia tidak membunuhnya
Dia mengambil jalan yang utama
Yaitu memaafkannya
Karena itu orang itu Islam ditangannya
Beraninya luarbiasa tiada tandingannya
Dia sanggup lalu dihadapan musuhnya seorang diri
Musuhnya tidak mengapa-apakannya bahkan terheran-heran
Kasih sayangnya sangat ketara
Terutama kepada fakir miskin, anak-anak yatim dan janda-janda
Orang yang bersalah dimaafkannya
Sekalipun orang itu tidak memintanya
Pernah hamba sahaya hendak dihukum oleh tuannya
Dia membuka bajunya untuk dicambuk
Pengganti hamba sahaya, tuan hamba sahaya itu malu dibuatnya
Lalu dimerdekakannya
Pernah Rasulullah SAW membeli hamba sahaya kemudian dimerdekakannya
Pemurahnya tidak ada taranya
Macam angin kencang lajunya
Tiada siapa yang dapat menandinginya
Dan tidak pernah menghampakan orang yang meminta
Sekalipun dia terpaksa berhutang buat sementara
Kalau ada orang mengata dan menghinanya
Dia diam sahaja, tidak menjawabnya
Gembiranya tidak ketawa, hanya senyum sahaja
Cuma ketaranya pada mukanya
Bahkan tidak pernah menghina orang atau mengata aibnya
Sekalipun musuhnya
Rasulullah makannya sedikit sekadar mengalas perutnya
Dia tidak pernah makan seorang, sekalipun lapar
Paling tidak, dia makan berdua
Tapi kalau dia tidak suka setengah jenis makanan itu
Dia tidak pula mencercanya
Kalau dia marah dengan orang, disembunyikan marahnya
Sehingga orang tidak tahu marahnya
Dia tidak pernah melahirkan jijik kepada manusia
Sebab itu dia sanggup makan dengan orang
berkudis-kudis badannya
Sabarnya luarbiasa
Tentang ujian yang Tuhan timpakan kepadanya
berbagai-bagai bentuknya
Dia redha,
Lantaran itu Tuhan beri dia gelaran ‘Ulul Azmi’
Yang tiada bandingannya
Bahkan dia ketua ‘Ulul Azmi’, dikalangan rasul-rasul
Ditangannya lahirlah murid-murid yang luarbiasa
Diberi gelaran sahabat namanya
Ratusan ribu banyaknya, lebih seratus ribu bilangannya
Ini tidak pernah berlaku dikalangan rasul-rasul sebelumnya
Semua sahabat-sahabatnya masuk syurga
Karena dosa-dosa mereka diampunkan oleh Tuhannya
Karena menjadi sahabat-sahabatnya
Sahabat-sahabatnya laksana bintang-bintang dilangit
Rasul adalah bulan purnama
Hatinya tidak tidur sekalipun matanya tidur
Menunjukan hatinya sentiasa jaga
Sebab itulah kalau dia tidur tidak membatalkan wudhu’nya
Dia menghormati manusia sesuai dengan darjatnya
Sekalipun orang itu kafir
Kadang-kadang dibentangkan serbannya untuk tempat duduk tetamunya
Karena menghormati tetamunya
Dia tidak mengutuk dan melaknat makhluk Tuhan
Sekalipun binatang yang melata
Begitu juga tidak pernah melakukan kesalahan
Sekalipun menyalahi utama
Kalau dia melihat perempuan, matanya ditundukannya
Dia orang paling pemalu
Malunya mengalahkan anak gadis yang paling pemalu
Sebab itu seumur hidup dia tidak pernah
Melihat kemaluannya dan kemaluan isterinya
Kalau dia lalu, tidak dibenarkan perempuan dihadapannya
Ibadahnya banyak, terutama diwaktu malam
Hingga bengkak-bengkak kakinya
Dia suka berkhidmat dengan isteri-isteri dan keluarga
Bukan diarah-arahkan oleh isteri-isterinya
Tapi dia buat dengan sukarela
Karena mencari redha Tuhannya
Dia sebaik-baik suami
Tidak mampu orang lain membuatnya
Bahkan dia berkhidmat dengan musuhnya
Satu cerita yang menyayat hati kita
Seorang buta yang benci kepadanya.
Rasul berkhidmat tanpa diketahuinya
Hingga sampai waktu wafatnya,
Diganti oleh Saidina Abu Bakar untuk berkhidmat kepadanya
Tapi dirasakan olehnya ada kelainan dari sebelumnya
Kamu ni siapa?
Saidina Abu Bakar berkata “Saya Abu Bakar
Pengganti Rasul berkhidmat kepada kamu,
Yang Rasul itu sudah wafat”
Sibuta itu terkejut!
Rupanya yang berkhidmat padanya orang yang paling dibenci,
Kerana terkejutnya menjadikan dia mati,
Tapi sempat dia mengucap dua kalimah syahadat,
Islamlah dia,
Kalau dia bersahabat atau berkawan
Mengutamakan kawannya
Bahkan berkhidmat kepada sahabatnya
Setiap orang yang bergaul, berpuas hati dengannya
Setiap orang merasa dia dihormatinya
Walaupun berbagai-bagai peringkat kedudukannya
Mari kita teruskan cerita tentang nabi kita
Supaya lebih terperinci lagi
Cerita dan beritanya
Dia manusia luarbiasa kekasih Tuhannya
Agar lebih nampak dia manusia istimewa
Dia tidak akan makan sebelum lapar
Dia akan berhenti sebelum kenyang
Tidak macam manusia biasa
Dia tidak suka makanan banyak jenis lauknya
Kalau dia suka kerana Tuhannya
Kalau dia marah pun kerana Tuhannya
Bukan kerana peribadinya
Dia wafat, boleh dikatakan tidak meninggalkan harta
Dia tidak meninggalkan sembahyang jemaah
Kecuali sekali saja didalam hidupnya
Yaitu waktu sakit hingga membawa wafatnya
Makan minumnya bukan diusahakannya
Tetapi setiap kali hendak makan, ada rezekinya
Tapi pengikutnya disuruh berusaha
Terutama yang ada keluarga
Dia tidak menerima upah
Lebih-lebih lagi meminta upah
Karena usaha perjuangannya
Tetapi ulama dihari ini, memakan upah
Dari usaha dakwahnya,
Seperti yang dibuat oleh kebanyakan ulama-ulama yang cinta dunia,
Bahkan ada ulama yang meminta upah dari dakwah dan pengajiannya,
Takut dengan Tuhan ketara dimukanya
Dia beristerikan janda kaya, Khadijah namanya
Hartanya diserahkan habis kepadanya
Tetapi nabi korbankan harta itu semuanya
Dan nabi, kalau dia berkawan, sebaik-baik kawan
Kalau dia dirumah, sebaik-baik bapak
Kalau dia bersama isteri, sebaik-baik suami
Kalau dia memimpin, sebaik-baik pemimpin
Kalau dia bicara lantang suaranya
Tegang urat marihnya
Kalau dia bicara bak mutiara
Sangat berkesan pada jiwa orang yang mendengarnya
Kalau dia berucap atau berpidato
tidak ada gelak ketawa manusia yang mendengarnya
Karena manusia yang mendengar insaf dibuatnya
Tidak seperti ulama-ulama hari ini
Kalau mereka bercakap gelak ketawa orang yang mendengarnya
Karena yang dicakapkan itu dari lidahnya
Bukan dari hatinya
Nabi kalau bicara singkat-singkat saja, tidak meleret
Tidak seperti kebanyakan manusia
Dia bercakap pendek saja
Tapi terhimpun berbagai-bagai ilmu didalamnya
Dikatakan oleh hadis ‘jawa miul kalim’
Kata-katanya singkat tapi padat
Kata-katanya singkat tapi maksudnya luas,
Kata-katanya singkat tapi puas dan menggetarkan jiwa,
Tidak seperti orang lain bicara berapi-api, isinya tiada
Masa terbuang bicaranya tidak menggetarkan jiwa,
Kita sambung lagi cerita nabi kita,
Nabi tidak suka berjalan-jalan membuang waktu
Juga tidak akan bercakap yang sia-sia
Sekalipun tidak berdosa
Kalau dia ketawa tidak berbunyi
Insafnya dapat dilihat dimukanya
Takutnya kepada Tuhan dimukanya ketara
Dia melahirkan kegembiraan bila
Kawan-kawannya gembira
Dia melahirkan kesedihan diatas kesedihan kawan-kawannya
Rasulullah mudah menangis
Karena takutkan Tuhannya
Rasulullah tahu Tuhan kasih kepadanya
Akhlaknya sungguh agung
Tuhan memujinya
Bahkan mengatakan dia yang paling bertaqwa dikalangan manusia
Sebelum dan sesudahnya
Seolah-olah dia tidak mendengar apa yang Tuhan kata terhadap dirinya
Tuhan berkata “Akhlaknya, sungguh agungnya,
tidak ada siapa boleh menandinginya
tetapi dia tidak merasa bangga, dia tetap merasa hamba”
Dia tetap dapat mengekalkan rasa takut dengan Tuhannya,
Rasa kehambaan sentiasa didalam hatinya,
Bahkan tidak pernah putus daripada perasaannya,
Soal Tuhan memujinya itu hak Tuhannya,
Tapi dia tetap merasa hamba kepada Tuhannya,
Tawadhu’ dengan Tuhannya, sentiasa ada,
Sangat ketara, didalam hidupnya
Dia berpakaian jubah dan serban
Warna yang dia suka kebanyakannya putih dan hijau
Warna lain ada juga dipakainya,
Tapi sekali-kali saja,
Makan yang dia suka, susu dan kurma
Daging sebagai lauknya
Itulah penguat badannya
Demikianlah secara ringkas
Yang global tentang cerita nabi kita
Yang tidak disebut berusahalah untuk mempelajarinya
Didalam sejarah nabi kita ada dicerita
Mukjizat banyak berlaku ditangannya
Yang lahir dan yang batin
Yang besar ialah Al Quran dan Al Hadith
Yang kekal sampai keakhir zaman,
Untuk pengajaran dan panduan kepada manusia,
Demi keselamatan manusia dunia dan akhiratnya,
Tetapi apa yang disebutkan itu
Sudah memadai,
Bagi orang yang tiada masa mengkajinya,
Kalau peribadi seseorang itu dapat menggambarkan
bayangan nabi kita,
Orang itu dapat menjadi ikutan manusia,
Kalau dia memimpin, Tuhan memberkatinya,
Betapalah kalau dia pemimpin yang Tuhan janjikan buat manusia,
Tetapi apa yang berlaku diakhir zaman ini
Orang yang menceritakan nabi
Dia melupakan diri
Dia menceritakan memujikan nabi
Tapi dirinya tidak terpuji,
Karena itulah banyak bicara tidak memberi kesan
Seseorang itu banyak bicara tidak menggambarkan sikap nabinya,
Walaupun dia seorang pemimpin,
Orang tidak suka mengikutnya,
Lidahnya tidak masin,
Dia berkata tidak mengamalkannya
Bahkan orang yang mengata dan mencerca dibelakangnya
Bahkan anak isterinya tidak menghormatinya,
Sekianlah adanya.
“Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi”